Seorang kawan lama yang sudah dianggap saudara sedang membuthkan bantuan keuangan tiba-tiba menelpon. Kawan lama yang jarang berkabar dan selalu diharapkan pertemuannya sedang kesulitan hidupnya. Apa aku harus membantunya? semaksimal mungkin? Ya, maksimal atas apa yang dia butuhkan. Bantuan kepada seoarang kawan bukanlah hutang, tapi betapa aku menganggap dia seperti saudara. Tetapi saat itu pula kita harus kehilangan kawan, dia menjauh.
Seorang kawan, berbagi bersama selalu. Memutuskan untuk tidak bersama lagi. Sebuah pilihan yang sulit untuk diambil olehku. Tapi pasti lebih sulit pula baginya. Dan apa yang telah dia bagi walaupun dia mengatakan itu sebuah pemberian. Aku merasa telah berhutang padanya. Saat itu pula kita akan kehilangan kawan.
Seorang kawan yang selalu menyombongkan kekayaannya kepada orang lain. Terkadang itu terjadi setiap hari setiap waktu. Tetapi tidak pernah membantu kawannya yang selalu bersamanya. Itu kawan yang membunuh kawannya untuk menghidupi kawanan lainnya. Jangankan membantu, untuk mengucapkan terima kasih atau berkata maaf atau sekedar tidak memberatkan saja sebenarnya sudah cukup. Saat itu pula kita memiliki kawan, hanya selama dibutuhkan.
Orang-orang besar pada jamannya kadang terdiam, malas bicara. Itu hanya karena mereka lelah, bedamai dengan diri sendiri lebih mudah daripada berdamai dengan orang lain. Berkawan dengan teman yang sama susah lebih gampang saat kita sama-sama susah. Berkawan dengan teman saat teman kita susah jauh lebih mudah dibandingkan dia sedang berhasil.



