... TO BE A FOOL

There's no fool like an old fool

Diberdayakan oleh Blogger.
  • Home
  • Travel
  • Contact Us
  • Tentang
    • Aku
    • Indonesia
    • Downloadable
Untuk sebuah ungkapan yang didapat dari Film " Gone Girl". Seorang perempuan yang pandai menyembunyikan pikirannya. Semakin dewasa semakin ingin mempelajari philosopy tua. Philosopi yang mengajarkan kita apa yang baik untuk diperbuat tanpa kita merasakan beban. Semacam pembohongan diri dari reality tapi fokus kepada imajinasi atau bisa dibilang kebenaran sejati.

Seorang kawan lama yang sudah dianggap saudara sedang membuthkan bantuan keuangan tiba-tiba menelpon. Kawan lama yang jarang berkabar dan selalu diharapkan pertemuannya sedang kesulitan hidupnya. Apa aku harus membantunya? semaksimal mungkin? Ya, maksimal atas apa yang dia butuhkan. Bantuan kepada seoarang kawan bukanlah hutang, tapi betapa aku menganggap dia seperti saudara. Tetapi saat itu pula kita harus kehilangan kawan, dia menjauh.

Seorang kawan, berbagi bersama selalu. Memutuskan untuk tidak bersama lagi. Sebuah pilihan yang sulit untuk diambil olehku. Tapi pasti lebih sulit pula baginya. Dan apa yang telah dia bagi walaupun dia mengatakan itu sebuah pemberian. Aku merasa telah berhutang padanya. Saat itu pula kita akan kehilangan kawan.

Seorang kawan yang selalu menyombongkan kekayaannya kepada orang lain. Terkadang itu terjadi setiap hari setiap waktu. Tetapi tidak pernah membantu kawannya yang selalu bersamanya. Itu kawan yang membunuh kawannya untuk menghidupi kawanan lainnya. Jangankan membantu, untuk mengucapkan terima kasih atau berkata maaf atau sekedar tidak memberatkan saja sebenarnya sudah cukup. Saat itu pula kita memiliki kawan, hanya selama dibutuhkan.

Orang-orang besar pada jamannya kadang terdiam, malas bicara. Itu hanya karena mereka lelah, bedamai dengan diri sendiri lebih mudah daripada berdamai dengan orang lain. Berkawan dengan teman yang sama susah lebih gampang saat kita sama-sama susah. Berkawan dengan teman saat teman kita susah jauh lebih mudah dibandingkan dia sedang berhasil.


Pada beberapa minggu yang lalu, mendebatkan tentang suatu hal. 
Dengan jawaban 
"seharusnya boleh seperti itu dan memang ada dilakukan seperti itu"
Semua menoleh ya tidak bisa seperti itu. 

Okay, dengan ini aku tidak akan mendebat lagi apa yang seharusnya, apa yang dikerjakan berbeda berarti salah. Kita tidak boleh keluar dari apa yang mayoritas kerjakan

Kemudian saat ada perdebatan baru lagi, dijawab dengan aturan:
"seharusnya sesuai aturan dilakukan seperti ini, kemudian oleh karena itu, aturan harus diubah untuk mengikuti prakteknya seperti apa. Seharusnya yang dilakukan diabaikan"
Orang yang sama kemudian berdebat kembali,
"aturan memperbolehkan tetapi seharusnya tidak boleh" aturan kan bukan dibuat oleh Tuhan katanya. Ya sudahlah. Aku menyerah.
 Tapi berdebat merupakan hal yang aku sukai.
Setiap kasus memang berbeda, aku mengikuti aja terus sampai pada akhirnya seperti apa.
Ketika disatu sisi dia menggunakan aturan, kemudian disisi lainnya menggunakan seharusnya, kemudian di sisi lainnya dia menggunakan kebiasaannya.

Besok tak kerjain lagi, kira-kira dia pake aturan apa kebiasaanya?? coba tebak ...
Hari ini baru pulang.... Dapat kiriman dari pak pos..heehe..Seneng pasti KTPku yang kemarin terselip dalam tas ibu udah datang, yang tidak sengaja ikut pulang bareng ibu.
"Rief ada surat dari Ibumu..!"kata mbah putri..
"Udah datang ta Mbah?" kataku.
"Dah..tapi udah Mbah baca tadi.."sahutnya lagi.
"Gapapa.."balasku.
Langsung liat meja,eh malah gak ada, masuk kamar aja, nanti cari lagi .pikirku. Sampai dalam kamar liat kaca, pipi ad jerawat nih..(maklum tiap hari mesti bawa motor ke kampus,agak kotor dkit lo..he).
Surat yang kutungu akhirnya datang, ada KTP, ada juga surat selembar dengan sedikit kata-kata. Kubaca....hmmm...ibu..ibu...Pasti Ibu sulit banget mengungkapkan perasaan dalam beberapa kata ini. Arief Tau dia sangat rindu, ingin Arief segera pulang, seperti aku merindukannya..I LOVE U too Mom....

September nanti arief bakal pulang..kalo gak ad halangan..miss u..

sambil menahan air mata aku baca tulisan Ibu berulang kali, kalo ma ibu gak tau kenapa ak jadi cengeng yah. Walaupun gak keluar airmata. Aku merasa kegembiraan itu membuatku terharu.
Hidup ini seakan lebih seru ketika hal tak terduga terjadi, semakin banyak yang terjadi semakin berasa hidup ini. Sigit menikah, menikah dengan orang yang dekat dengannya kurang dari 6 bulan, yah itulah sigit. Menyimpan misteri dengan membisu.
Entah siapa yang menjodohkan nya aku lupa, yang jelas tiap bermain ke kosan Abadi, selalu kubisiki dia, "Git, Twinna gen be alih-alih, patuh hobby ci... suka gambar, anime, karaoke. cocok be ci" Sigit cuma membalas, "Pidan keto masi keneh ak, tapi ternyata dia be ngelah kabak"

Kalian Sahabat yang baik buatku
Saat itu Sigit masih jadi fans berat si Mrs K,. Akhirnya Twinna putus, dengan si A, si B dan dia sudah ill feel dengan si P. Ya sudahlah, ketika aku nge-date dengan si S, dia ku paksa bermain dengan Twinna. Ya biar dia tidak menggangguku juga. 
Yang jelas, kawanku satu ini sebenarnya punya pikirannya sendiri. Tapi dia hanya harus di dorong sedikit untuk bisa berlari, bahkan melakukan akrobat-akrobat sendiri. Alhasil, sekarang dia sudah menikah, apa mau dikata. Yang jelas, aku berasa bukan siapa-siapa. 

Seperti biasa, kalaupun dia datang ke rumah dinas. Kita akan selalu, berbicara menjelang tidur dengan menatap langit-langit. Atau saat kita berboncengan berjalan menari makan. Atau sembari duduk di teras belakang. Ya sudahlah, aku kehilangan tempatku bicara. Kau pasti bahagia, jangan mencoba main-main lagi, dia sungguh beruntung mendapatkanmu. Lupakan yang telah lalu, hidup baru mu mungkin lebih tidak terduga lagi.

Hal-hal yang salah dalam hidup ini kadang lucu. Saking berkobarnya jiwa patriotisme dan pembela kebenaran. Pada saat bikin kuis tadi pagi tidak berasa sudah salah aja jawab soal. Padahal soal dengan tema Auditing, Tiba-tiba ngelantur jadi jawab tentang komunisme dan orang yang lari telanjang.

Kadang hal menarik yang membuat kita tertarik bukanlah hal yang menarik bagi orang lainnya. Kata teman, seandainya aku tertarik dengan gadis yang membuatmu tertarik maka di dunia ini tidak perlu diciptakan dengan banyak gadis-gadis.

Menolong orang itu menyenangkan

Untuk kesekian kalinya melihat orang kecelakaan. Semenjak di Jakarta, semasa kuliah di Bintaro, sering sekali melihat kecelakaan di jalanan. Terutama ibu-ibu atau perempuan yang memang ditakdirkan untuk memiliki keseimbangan lebih jelek daripada laki-laki, golongan manusia jenis ini lebih sering mengalami kecelakaan. Entah karena golongan lain, pria, lebih beringas sehingga menyebabkan perempuan-perempuan mengalami hal ini di jalanan. Ya, di Jakarta dulu jangankan kecelakaan, ibu-ibu kehabisan bensin pun ingin aku tolong.
Beberapa kali, aku berusaha tidak berhenti untuk menolong. Tapi semenjak di Kupang, mulai lupa kalo harus tidak lagi menolong orang. Disana jarang orang kecelakaan.

Malam kemarin, pulang kuliah kembali ada seorang perempuan kecelakaan dibawah jalan layang Palur. Suasana macet, perempuan itu nampak baru pulang kerja. Mengendarai motor bebek, bukan matic. Tertabrak mobil ber Plat L. Terjatuh, nampak tidak ada seorang pun menolong. Karena memang tidak ada tempat berhenti, yang hanya akan menambah kemacetan disana. Aku di mobil bersama Adit, memutuskan untuk keluar menolongnya. Setelah membantu mendirikan mobilnya, mengetahui dia dalam keadaan baik-baik saja. Langusng kembali lagi ke mobil.

Terlambat sadar

Aku baru sadar ketika sampai dirumah, aku telah berbuat salah yang bisa mencelakakan kaumku. Aku lupa bertanya dia beragama apa. Sebagai orang yang terlahir dari keluarga Hindu. Tidak semua orang bersedia menerima pertolongan kami. Beberapa kasus seperti di Lampung, dan di Sumbawa. Perempuan akan merasa dilecehkan bila di bantu oleh golongan kami.

Daripada menolong orang, tapi bisa mencelakakan lebih banyak orang terutama keluarga dan orang-orang terdekat. Maka aku putuskan ketika menolong orang, akan aku tanya lagi dia beragama apa.

Agamamu apa? Aku hanya ingin membantu.

No one Choose to be Refugees

Perang di Timur Tengah tidak pernah berakhir sepanjang jaman. Its Never Ending War at the Holy Land. Sebuah Perang di tanah para pemikir dan penerus sabda-sabda Tuhan. Perang di antara pemeluk agama paling religius. Apa yang terjadi dengan tanah ini.

Irak, Afganistan, Palestina, Mesir, Tunisia, Libya dan lainnya mengalami perang yag berkepanjangan. USA menjadi yang paling bertanggung jawab terjadinya perang. Tetapi pada masa perang yang paling beratnggung jawab adalah pihak yang bertikai. 

Saat ini ISIS menjadi penjahat perang nomor dua yang paling mematikan di Abad 21. Tentunya USA menjadi negara yang paling banyak menyerang atau menimbulkan perang di negara tersebut. 

Seperti halnya perang brutal lainnya yang menjadi korban adalah PEREMPUAN dan ANAK-ANAK. Amerika melakukan kejahatan perang yang sama dengan ISIS tetapi mereka memiliki kemampuan lebih untuk meyakinkan pemimpin dunia bahwa hal yang mereka lakukan adalah benar. Sampai saat ini, USA dan NATO yang telah menyerang IRAK dan AFGANISTAN tidak pernah mempertanggungjawabkan perbuatannya. United Nations tidak bisa berbuat apa-apa atas kelompok kuat terbesar di Dunia. Sama halnya di Indonesia saat Pembunuhan terhadap kaum minoritas maka yang salah adalah kaum minoritas. Di Dunia saat ini yang disalahkan adalah Taliban, Pemimpin Diktator Suriah, Irak, Libya, Mesir, Tunisia, Ukraine dan lain-lain. NATO sekali lagi sebagai mayoritas menjadi pembela kebenaran yang selalu benar berbuat apa saja.

Refugees and The War

Setiap orang, dalam hal ini jiwa-jiwa yang tua yang ada dalam diri kita pasti merasakan hal yg sama. Walaupun kita tidak mengalami peperangan, tetapi jiwa-jiwa kita pada kehidupan sebelumnya pasti memiliki masa-masa perang. Sekilas ketika kita iba terhadap para Refugees, tanpa sadar kita merasakan hal yang sama seperti mereka. 
Tiga hal yang dilakukan saat perang adalah:
Bersembunyi menjadi hal yang paling utama kita lakukan. Saat dimana perasaan paling takut muncul. Muncul karena takut terbunuh, membayangkan musuh memperlakukan anak, istri, suami, orang tua, tetangga, teman atau orang lain akan seperti apa.

Menyerah, menyerah untuk bertahan hidup, akan tetapi dunia saat ini tidak seperti pada jaman dahulu, ketika menyerah, semua berakhir. Menyerah adalah Mati. Hampir semua tentara baik pemberontak maupun pemerintah akan lebih memilih membunuh tawanan perang.

Melawan, melawan adalah pilihan utama. Akan tetapi saat ini perang bukanlah perang yang fair seperti pada jaman Mahabaratha atau Zaman Majapahit. Dikala perang dimulai dengan negosiasi, tempat berperang dan siapa yang boleh dibunuh dan apa yang menandakan kita  menang atau kalah. 



Apa itu Rendah Hati?

Seorang mahasiswa seperempat abad masih mencari makna rendah hati. Sudah tidak gaul hanya mencari arti dari rendah hati. Mengapa begitu tertarik dengan masalah ini? Dilema adalah kondisi dimana kita mengetahui keadaan yang benar dan baik namun tidak mampu melaksanakan nya.

Rendah hati itu menyenangkan, hanya muncul ketika kita berada disekitar orang-orang yang kita sayang atau di sekitar orang yang kita kenal dan terasa nyaman. Pada suatu ketika dirumah, ibu mu atau orang tua selalu memuji kita, perasaan ingin menunjukkan bahwa apa yang mereka katakan adalah benar adanya tapi tidak sedikitpun rendah hati ini kita tinggalkan. Berbeda saat kita bertemu dengan teman yang menyebalkan, orang yang berkuasa atau sekedar bertemu orang yg ingin kita hancurkan, perasaan ingin menyombongkan diri dan merekayasa segala kehebatan kita dengan karangan-karangan fiktif yang menjadikan kita seakan gagah sementara.

Belajar Jangan Membalas

Mereka menyebalkan, tapi jangan sampai kita terpancing. Belajarlah tersenyum, tundukkan kepala, berjalan kearah depan, ayunkan tangan sekuat tenaga. Tak perlu lagi aku bercerita tentang hal yang menyebabkan diriku berbohong atau emosi. Aku ingin menjadi lebih baik hari ini.

Sedikit masalah tadi, aku hanya tak ingin sesorang berkata bahwa teman-temanku bodoh. Jangan kalian bandingkan hal-hal yang kalian tidak ketahui keduanya. Terlihat sekali kebodohan mu, dan untuk diriku. Jangan lagi emosi terpancing si Sanci berkata sombong tentang dirinya. Dia hanya menyembunyikan kesedihannya. setiap diri mahluk hidup ada jiwa yg suci, jangan kotori dengan amarah.

Shanti
Postingan Lama Beranda

ABOUT AUTHOR

Full time colleger, dedicated to study, friendly in nature. Get in touch with the email id's mentioned. ;)

POPULAR POSTS

Categories

  • Belajar dari Hujan
  • Memaknai kehidupan
  • Random
  • Traveling
  • teman

Advertisement

UNDER MAINTENANCE THE CREATOR HAS EXAM FOR A WEEK

Kunjungan

Bonjour & Welcome

I Already Know, What Giving Up Feels Like.
I Want To See, What Happen If I Don't

My Best Books

  • Bhagavad Gita
  • Hikayat Kalilah dan Dimnah
  • The Devil's Advocate
  • catatan seorang demonstran

FOLLOW ME @ INSTAGRAM

Copyright © 2016 ... TO BE A FOOL. Created by OddThemes