... TO BE A FOOL

There's no fool like an old fool

Diberdayakan oleh Blogger.
  • Home
  • Travel
  • Contact Us
  • Tentang
    • Aku
    • Indonesia
    • Downloadable
Pura Bale Agung
Tiga puluh dua kilometer ke arah utara Kintamani-sebuah desa dengan pemandangan gunung berapi dan danau yang terkenal di selatan Bali, terletak sebuah desa kecil: yaitu desa Tamblang. Jika Anda naik mobil melewati Pura Bukit Penulisan yang terkenal, maka mata  Anda akan dimanjakan dengan pepohonan dan tumbuhan hijau subur,seperti, cengkeh, kopi dan jenis tanaman lain dari biasanya tumbuh di daerah  perbukitan.



Desa Tamblang berada di daerah Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, kabupaten dengan cakupan wilayah terluas di Bali. Desa ini terletak hanya 19 kilometer sebelah timur Singaraja, ibu kota Buleleng. Jadi, Anda dapat mengakses Tamblang melalui Ubud-Kintamani atau rute Denpasar-Singaraja.

Memiliki jumlah penduduk sebanyak 6563 jiwa# yang  menempati total wilayah seluas 74.800 km2, desa Tamblang terdiri dari tiga desa adat yang berbeda yaitu: Tamblang, Tangkid dan Kayehan Pengalu (Kelampuak). Desa tetangga yang berada di sebelah utara adalah desa Bila, di mana masyarakat di sana  biasanya adalah petani ladang basah. Di sebelah timur, desa Tamblang berbatasan Desa Bulian, sebuah desa yang memiliki ciri khas dengan daerah-daerah pertanian kering. Di sebelah  selatan, di sana ada Desa Tajun, di mana petani menanam cengkeh dan kopi. Akhirnya di sebelah barat adalah desa Rendetin, sebuah desa yang terletak tepat di atas Bukit Pucuk, Top Hills.

Dengan keadaan geografis yang seperti ini, maka desa Tamblang merupakan daerah pertanian yang sempurna di mana tanah desa ini dapat menghasilkan padi yang melimpah, berbagai jenis buah buahan tropis, sayuran dan juga kelapa. Di wilayah tenggara dan barat daya desa ditutupi dengan daerah pertanian kering sedangkan bagian utara kebanyakan adalah daerah persawahan.

Di desa, anak-anak muda dilatih  untuk membajak ladang pada usia dini. Hingga pertengahan 80 an  adalah hal yang wajib bagi anak laki-laki muda untuk memelihara sapi mereka sendiri. Setiap pagi sebelum dan setelah sekolah mereka harus memotong rumput untuk sapi mereka. Pada sore hari mereka akan membawa sapi ke sungai terdekat untuk dimandikan dan membiarkan sapi mereka minum. Dengan cara itulah anak-anak dan sapinya membangun hubungan mereka, hubungan yang unik. Ketika sapi berumur satu tahun mereka siap untuk dilatih sebagai sapi pekerja untuk membantu petani bekerja di sawah/ladang.

Buah-buahan sangatlah mudah ditemukan di sini. Selama musim buah antara Desember dan Maret pasar lokal penuh dengan berbagai jenis buah-buahan. Anda bisa menawar dengan harga yang murah pada saat itu untuk membeli mangga, rambutan, durian, pepaya, pisang dan banyak lainnya. Bahkan, petani dari desa-desa tetangga juga menjual produk mereka di pasar lokal Tamblang.

Ditahun 70 an buah-buahan  masak di pohonnya dan sering kali mereka jatuh dari pohonnya. Jadi, orang tidak perlu membeli buah-buahan. Mereka hanya perlu bangun pagi-pagi untuk mencari dan mengumpulkan mangga yang jatuh di malam hari karena angin malam atau kelelawar berusaha makan beberapa dari buah tersebut.

Seperti kebanyakan desa di Bali, infrastruktur Tamblang sekarang ini cukup baik dimana masyarakat sudah  memiliki penerangan listrik mereka dan air bersih. Mereka juga memiliki fasilitas komunikasi mereka sendiri seperti telepon seluler dan koneksi internet. Sampai awal 1980 kebanyakan orang mengambil air minum mereka dari sungai terdekat atau menerangi  rumah mereka menggunakan lampu minyak tanah. Saat ini, mereka tidak perlu lagi melakukan hal itu,air bersih sudah mengalir ke rumah-rumah untuk keperluan masak dan minum dan lainnya.

Memang benar bahwa dalam tiga puluh tahun terakhir desa ini telah mengalami pembangunan yang luas dan pesat, sama seperti desa-desa lain di Bali, namun Tamblang masih merupakan tempat tradisional untuk dikunjungi di mana Anda bisa melihat sawah, Tukad (Sungai) Aya serta Pucuk Bukit - semua itu dapat menyegarkan orang yang menghabiskan waktu mereka di kota besar seperti Denpasar.

Jadi, ketika Anda melakukan perjalanan dari Singaraja ke Kintamani, pastikan bahwa Anda berhenti di Tamblang untuk menikmati buah-buahan tropis kita dan merasakan kehangatan dari orang-orang dan lingkungan.

NB:
#Catatan Sipil tahun 2010 thanks to @Pasek Suardana
Jika kamu punya ide atau saran untuk memperbaiki tulisan ini tolong tinggalkan komen.
Jika kamu memiliki ide tentang tempat lain akan sangat dihargai, silahkan kirim tulisan tersebut ke tamblang@hotmail.com atau tinggalkan coment.


Oleh: Beli Made Sariyanta

Sekaa Gong Ibu-ibu desa Tamblang

 Masyarakat Desa Tamblang adalah masyarakat yang tergolong unik dalam bertingkah laku dan sangat terbuka pada pendatang karena mereka kebanyakan suka mencari teman.

Seperti kebanyakan penduduk Bali utara, masyarakat desa Tamblang sangatlah terbuka dan ramah terhadap pengunjung yang datang ke Tamblang. Mereka selalu senang berteman tanpa membeda-bedakan ras maupun asal teman mereka. Ketika berbicara, mereka sangat lugas dan tegas, apa yang mereka katakan adalah apa yang mereka pikirkan. Hampir semua vocal /a/ yang berada di akhir kata diucapkan /o/ bukan /e/.Sebagai contoh, orang Tamblang akan berkata,"Lakar kijo?" [Mau kemana?] sedangkan penduduk Singaraja lainnya akan mengatakan "Lakar kije?.


Dalam hal pertanian, para pria bertanggung jawab untuk memelihara sapi, melatih sapi untuk bekerja di sawah, membajak sawah, dan menanam padi. Sedangkan para wanitanya memelihara babi dan berperan cukup besar dalam panen. Disaat para pria sibuk bekerja di sawah, para wanita juga sibuk berjualan di warung mereka atau bekerja sebagai buruh dalam industri rumah tangga.
Pengukuhan sekaa Truna-Truni
Jaman dahulu, banyak wanita yang bekerja sebagai penumbuk padi. Mereka bekerja setiap hari kepada keluarga kaya yang memiliki hasil panen melimpah. Para wanita ini dibayar tunai, namun mereka juga menerima sejumlah beras tergantung dari berapa kilogram beras yang dihasilkannya pada hari itu.

Sejumlah pria juga ada yang bekerja sebagai buruh panggul di pasar di mana mereka menaikkan atau menurunkan barang dari truk-truk besar. Mereka meraih penghasilan mereka secara harian. Tidak sedikit juga di antara pria desa Tamblang yang bekerja sebagai pekerja proyek yang bekerja di konstruksi sekala kecil sampai menengah di Denpasar, Singaraja maupun di daerah lain di Bali.

Ketika bisnis pariwisata berkembang pesat di Bali pada tahun 80 dan 90-an, muda-mudi desa Tamblang banyak bekerja di bisnis ini. Terutama mereka bekerja di daerah Bali selatan dimana mereka bekerja sebagai pemandu wisata, pelayan restoran dan banyak lagi bisnis lainnya. Sangat menarik untuk dicatat  bahwa hanya sedikit dari orang Tamblang yang bekerja sebagai pegawai pemerintahan.


Perlu di garis bawahi bahwasanya tidak sedikit dari orang Tamblang yang menyelesaikan pendidikan sarjana mereka. Beberapa di antara mereka bahkan memegang gelar master maupun doktor. Namun biasanya orang-orang tersebut bekerja di institusi pendidikan tersier di Denpasar, Singaraja dan bahkan Jakarta, Surabaya dan Bandung.

Wanita dari Tamblang, sangat ahli dalam membuat banten dan juga mempersiapkan upacara tradisional, mereka juga mahir dalam membuat hidangan ala Bali. Beraneka ragam produksi termasuk konteng, gipang, dodol, dan satuh kini menjadi industri penting yang dijual sampai ke Denpasar. Beberapa keluarga juga terlibat dalam produksi dupa Bali.
Tentu saja, jajanan tradisional Bali seperti laklak,apem,kaliadrem,sirat,batun duren maupun buah bunut juga tersedia.

Jadi ketika Anda melewati desa Tamblang dalam perjalanan Anda dari Kintamani menuju Singaraja maupun sebaliknya, jangan lupa singgah sejenak untuk menikmati jajanan tersebut maupun hidangan lain dari Tamblang.


oleh : Beli Made Sariyanta, Tamblang

ni di danau batur...kayaknya. 2 taon lalu aku pernah kesini. He..ada air panes juga disana... Ada banyak resorrt. Ni gak tau dibagian yang mananya. Jacketnya virna kegedean kayaknya.. Kliata tambah..ehmmmm..
Postingan Lama Beranda

ABOUT AUTHOR

Full time colleger, dedicated to study, friendly in nature. Get in touch with the email id's mentioned. ;)

POPULAR POSTS

  • Gadis lainnya
  • Yakin?
  • Minum Susu
  • Belajar Menulis
  • IF [Judulnya]

Categories

  • Belajar dari Hujan
  • Memaknai kehidupan
  • Random
  • Traveling
  • teman

Advertisement

UNDER MAINTENANCE THE CREATOR HAS EXAM FOR A WEEK

Kunjungan

FOLLOW ME @ INSTAGRAM

Copyright © 2016 ... TO BE A FOOL. Created by OddThemes