Sore yang Biasa-biasa saja

Sore sudah menjelang..
Sayup-sayup terdengar suara Adzhan dari kejauhan..masjid ad d sekeliling rumah. Kira-kira ada 2 masjid dalam radius 2 kilometer dari sini. Tidak ada yang berbeda dengan sore-sore yang kemarin.
Entah karena aku mulai bosan hidup di negeri orang ataukah aku mulai tidak mampu merasakan sore lagi..
Kenapa bosan.....
Mengapa kehilangan rasa terhadap senja..
Beginilah rasa yang ada saat ini teman. Kampus agak jauh dari rumah pamanku tempat tinggalku saat ini. Jakarta teramat macet sejauh yang aku tau..Jalanan adalah Dunia ketiga yang menghabiskan waktuku untuk hal lain.. Kampus menghabiskan waktu bermainku.. Rumah menyesakkan ku dengan ribuan hal yang harus aku lakukan,seakan membelenggu tubuhku untuk tetap menemani dia yang begitu besar. Jauh lebih besar dari rumahku di Desa. Pagi bangun harus pagi buta. Mbah Surip seakan membuaiku ketika dalam lagu menyuruh kita untuk tidur lagi. Kuliah selalu berakhir sore. Untuk pulang harus menemuh jalan yang jauh, macet, dan berliku. Jalanan merupakan tantanngan di kala sore, semua harus pulang lebih awal. suami yang di tunggu istri dan anak. Anak yang di tunggu bapaknya. Istri yang buru-buru membuat makan malam untuk keluarga.
aku..
Bagaimana denganku.
Aku adalah aku..sendiri..rumah lah yang menunggu ku pulang..
Menunggu untuk dibuka pintunya.. menunggu untuk disapukan debunya. Menunggu untuk diterangkan tubuhnya dengan belasan lampu. Hanya itu saja.
Begitu membosankan..teman.

Sungguh aku sangat bosan.. . Saat ini..

Share:

0 komentar