Masih ada Rasa Itu

"arief masih ada rasa yah ma dy???" pikirku.
Yah begitulah, kawan. Kadung demen jak ye. Kok bisa yah suka ma cewek. Bukan pada pandangan pertama. Bukan karena perhatiannya kepadaku. Bukan karena dia mencintaiku. Bukan karena apa-apa. Memang hati ini telah memilihnya. Aneh banget rasanya.

Pernah kemarin, beberapa hari ini, selalu saja ingin pulang lebih awal. Sampe rumah laptop langsung disambungkan ke kabel LAN. Berharap ada balasan dari dia atas pesanku kemarin. Mengapa gak sms atau nelpon ke no nya coba?. Ya begini, setahuku saat ini dia masih memiliki masa lalu yang sulit dilupakannya. Dia anak SMA yang rajin, anak SMA yang sangat santai cara berpikirnya.
Memiliki kesibukan sendiri yang sangat padat. Tiap sore pulang sekolah selalu belajar les bareng temennya. Pernah suatu hari kemarin aku nanya, kenapa sibuk banget na??. " Dirumah Mama ma Papa gak ada dirumah. Makanya les, daripada gak ada kerjaan dirumah mending ikut les yah.." katanya lewat pesan.

Hari ini dia lagi siap-siap SAT. Paling malam ini dia lagi belajar. Besok Test Matematika, kayaknnya, moga aja dia diberi kemudahan. Diberi kesiapan buat SATnya. Moga Ida Sang Hyang Widhi Wasa mendengar doanya. Mendengar doa ibunya. Dan mendengarkan doaku ini. Walaupun tak sepantasnya aku menyukai seseorang yang menganggapku ada dan mendoakannya tanpa seijinnya.

Tuhan tau cintaku bisa kubuat sesederhana mungkin sehingga tidak perlu penjelasan apapun untguk mengertikannya. Cintaku pun bisa menjadi sangat rumit sampai akupun tak sanggup untuk menjelaskannya. Sungguh sulit untuk mengetahui bahwa yang aku rasa ini cinta. dan betapa sulitnya aku ungkapkan kepadanya. Hanya saja dia tau kalau aku pernah suka padanya. Pernah mengaguminya, mengagumi sifatnya, mengagumi segala yang ada pada dirinya. Pernah ada satu hal yang membuat aku yakin aku suka dengannya. Sebuah kata " Hanya perlu sedetik untuk mengaguminya. Perlu semenit untuk suka padanya. Namun perlu seumur hidup untuk melupakannya".

Takakan berhenti berjuang.. .

Share:

0 komentar