Cita Cinta

Suatu siang di teras rumah yang berlantai keramik putih bersih namun berdebu.

Aku : "Pak, teman-teman udah daftar buat kuliah".
 Bapak: "Bapak belum ada uang, sebenarnya bapak ingin kamu kuliah dimana aja yang kamu mau" "Cita-citamu apa dek?"  
Aku: "Apa aja deh pak asal kuliah"  
 Bapak: "Kamu harus lebih hebat dari bapak, minimal cita-citamu lebih tinggi dan minimal bosnya bapak" ya seorang mandor tukang. hehe 
Aku: "Ya, pak" "mungkin nanti kalo dah kepikiran"


Dalam hati aku kecewa tidak bisa kuliah, tidak seperti teman-teman sudah memilih universitas bahkan lebih dari 1 tempat. Tapi aku terima dengan berat hati, always keep my smile for u dad. Inilah yang aku bisa perbuat sebagai anaknya.

Kadang apa yang aku inginkan sulit untuk mereka penuhi, dari itulah aku belajar bersabar. Terlalu banyak yang kutahu takkan mereka sanggup penuhi aku semakin tidak berani meminta. Aku tahu kami orang susah, tapi semakin mensyukuri hidup menjadikan aku bahagia. Ketika aku bahagia, mereka juga selalu bahagia untukku. Antara cinta dan cita-cita, aku mendapatkan dua-duanya.

Caraku belajar dan menghargai apa yang aku miliki. Kalau kamu tidak bisa mendapat sesuatu yang kamu inginkan, ubah targetmu dan jadikan itu mampu kamu raih. dan yang kamu raih adalah target sebenarnya dari usahamu. Jangan menuntut pada orang lain, mereka tidak punya kewajiban untuk itu.

Tags:

Share:

0 komentar