Rudi Artana
Saat itu mungkin memendam kesendirian itu begitu mudah kelihatannya. Merasa diri sudah terlalu dewasa untuk mengeluhkan kalo kamu takut sendiri. Terlalu dewasa untuk mengatakan isi hati kalau sebenarnya aku ingin ada yang menemani. "Ahh. Lupakan saja kesendirian ini." Mungkin dengan melihat penumpang lainnya. Merasakan kebersamaan bersama yang mereka kasihi akan membantu kesendirian ini. Ini Bandara yang ramai!!
Masih 5 jam sebelum keberangkatan. Tas ini begitu berat untuk dibawa terus. makanan yang dibeli dari CK juga masih menunggu untuk dihabiskan. Bersandar di Tiang Bandara, melepas lelah dari keberangkatan tadi pagi. mencoba tidur diantara turis-turis korea yang sedang berbicara dan bermain-main d depan pintu keberangkatan domestik. Mereka rombongan yang banyak, canti-cantik juga tampan. Lumayan untuk cuci mata atau menambah motivasi kalo aku harus seganteng mereka agar bisa menemukan gadis cantik seperti mereka pula.haha. (ide brilian dari seorang jomlo).
Lama termenung...
Kemudian tertidur..
"Arief Suyasa.. .!!!" teriak seseorang."hahahah..." ketawa.
....
Belum akhir yang bahagia. Teman lama, teman kecil lama tak jumpa ketemu di tempat yang jauh seperti ini.
Tentu tak banyak yang harus dikatakan. Yang jelas, hari itu hari yang menyenangkan, menyenangkan sekali bicara banyak dibelakang ruangan, di gudang sebuah minimarket lantai 2 bandara. Begitu ramah, begitu mengenal, begitu banyak yang harus dibicarakan. Sampai obrolan pun harus dilanjutkan saat dia sedang bekerja dan aku berpindah ke tempat duduk pelanggan minimarket itu sambil memperhatikan para petugas memeriksa setiap penumpang yang akan memasuki ruang tunggu bandara.
Kami bersalaman, berpisah saat pesawat yang ku naiki harus berangkat malam itu.
Tags:
teman


0 komentar