Jalan-jalan ke Alor

Tulisan dari kantor yang rame namun kehilangan kesibukannya.


Setelah pulang dari jalan-jalan ke Alor untuk bertemu anak-anak alor dan beberapa pantainya yang terpencil. Masih terasa Alor lebih menyenangkan dari Kupang, menyenangkan untuk seminggu kemarin. Pulang Pergi dengan pesawat merpati yang memiliki baling-baling yang kuat namun sudah hitam karena kelelahan memutar. Dijemput oleh seorang ibu yang sudah akrab dengan Ketua Tim. Menikmati aneka ikan di dermaga. Snorkeling di pulau Kepa. Sampai lelahnya menyusuri jalan mencari Pantai Batu Putih.

Ingin bercerita tapi susah untuk menggambarkannya, Alor punya hal lain yang berbeda dengan pantai-pantai di Bali atau di Pulau Timor. Jarak antar pulau juga tidak terlalu jauh, dengan biaya Rp200.000,00 rupiah bisa menyeberang ke Pulau Kepa bolak-balik. Di pulau itu juga terdapat resort milik WNA. Untuk snorkeling mungkin kurang bagus karena pantainya kurang terlalu dalam. Kami sampai pindah spot  sampai 3 kali. Mungkin kami yang salah karena kesana pada saat air surut, atau memang itu pantai sangat dangkal. hehe. 

Pantai dari Alor kecil sampai Pantai batu putih masih sangat alami. Sampah di alor kecil mungkin masih terlihat, Pantai Pardeedee, Pantai Mali, juga masih terlihat sampah disana-sini. Tapi ketika tiba di ujung jalan pulau alor, terdapat pantai Batu Putih yang sangat alami. Batu Putih? yg dimaksud dengan Batu putih disini adalah Batu Kapur/Batu Paras yang ada di tebing tinggi. 

Tapi dari sekian tempat di Alor, yang paling menyenangkan adalah alor itu tempat yang tidak bisa ditebak. Hujannya, orangnya yang konon sakti, mangga kelapa yang konon sangat besar, tempat diving yang bagus karena banyak spot diving dan snorkeling.  Perasaan senang itu berupa perasaan puas saat kita pernah disana dan menilai Alor dengan pengalaman kita sendiri. 
Ternyata Alor itu..., Kok bisa.. . ,
Suatu saat nanti aku akan mengajak seseorang kesini lagi.. .
Yang mungkin tak terulang lagi.

  • Kamis 14/9/13 kami menyusuri pantai dengan mobil hanya untuk mencari Batu Hitam, tapi pada akhir penugasan kami melah mencari Pantai Batu Putih. Waktu habis untuk mengorek-orek pasir untuk mencari Batu Hitam. Di pantai Batu Putih malah mencari sejenis kerang sampai matahari terbenam.
  • Hampir tiap malam, makan ikan laut di dermaga, ikan segar namun mahal :p
  • Hari pertama langsung cari mangga kelapa, mangga yang enak walaupun di makan mentah. (mangga kelapa adalah poh gedang  dalam ukuran raksasa, rata-rata seukuran kepalan dua tanggan yang digabung).
  • Membagi-bagi buku untuk anak-anak alor. Berenang bersama anak-anak Alor. Anak-anak alor adalah pemain-pemain bola hebat dan perenang-perenang hebat. 
Yang belum selesai di tanah Alor. Mengunjungi kampung Tradisional, Diving,  berburu mutiara dan makan kepiting. hehe


Share:

0 komentar