Ketika Aku dan Mereka memandangku sebelah mata



Hari ini mau membeuat boneka danbon, pengen juga mengungkapkan ekspresi secara danbon. Imajinasi lebih berkembang, walaupun hasilnya belum pasti jadi. Kesibukan untuk mengurus sesuatu lain itu lebih banyak. Biasa menomor seratuskan diri sendiri. Oke Mulai ke cerita. Boleh baca boleh hujat,, ,
Sudah 3 tahun ini terkurung dalam kebebasan. Secara fisik tubuhku bebas,tidak dalam suatu ruang kecil atau dengan terali besi berkarat berdesakan dengan manusia lain yang bertahan hidup.


Jauh dari kehidupanku yang sekarang dengan yang dulu. Yang dulu sederhana namun penuh dengan kepercayaan dan kebebasan. Kejujuranku mengalahkan rasa tidak percaya orang tuaku padaku. Hidup merasa terpenuhi semua karena apa yang aku inginkan aku bisa dapatkan. Hidup diantara keluarga sangat menyenangkan, ya aku rindu suasana seperti itu. Uang tidak menjadi masalah buatku, hidup dari tangan dan peluh seorang buruh telah mengajarkanku betapa susahnya beliau untuk menghidupi keluargaku. Untuk meminta bekal sekolah aku selalu tidak pernah meminta pada ibu.


" rif, ibu kasi bekal 50 ribu aj minggu ini ya.." kata ibu.
" ya buk, kalo ibu lebih butuh arief cukup 30 ribu aj kok" balasku.


Ibu selalu membalas aku dengan tanggapan yang sangat sedih, beliau susah kalo seandainya anaknya yang satu ini jahu dan segalanya belum yakin tercukupi. Bagiku, setiap ibu memberi uang, sebisanya aku cukupkan untuk waktu yang lama. Tapi apalah, hidup di kota membuatku selalu merepotkan kedua orangtuaku. Aku tak pernah mengeluh aku tidak bisa makan, aku tidak akan mengeluh tidak bisa membeli buku seperti anak lainnya, aku tidak akan mengeluh tidak bisa bermain game online dengan teman-teman sekelasku.

Di kos Jalan Gajah Mada no 91, aku tinggal selama 3 tahun. Hidup sangat nyaman dan menyenangkan. Pagi setiap jam 5 selalu bangun untuk memasak nasi, setelah itu bengong menunggu kamar mandi. maklum anak kosan, Memasak nasi bukan dengan rice cooker seperti sekarang, masih paki tungku kompor minyak tanah dan dandang buat masak. Diatasnya taruh telor, dan akan mateng barengan dengan nasinya. dalam seminggu makan mie sebagai menu 4-6 kali. Untuk menghemat uang saku, atau uang saku jatah makan habis makan di kantin sekolah. Kalo makan dikantin sekolah artinya jatah makan berkurang. hehe.. . tapi ga papa.

dari sekolah untuk pulang ke kosan kira2 300-400 meter atau lamanya sekita 10-15 menit berjalan kaki. Melewati pertokoan, kantor telkom dan pura Jagatnatha. Dulu di patung Ganesha itulah aku selalu sembahyang setiap mau masuk sekolah. Ya, aku rindu masa-masa seperti itu. Walaupun pertamanya ak sangat malu dan merasa rendah diri dibandingkan teman yang lainnya, yang lain membawa sepeda motor terbaru selalu lewat saat aku berjalan. Walaupun mereka tidak mengejekku, tapi aku merasa rendah diri sekali waktu itu.

Share:

0 komentar