Setianya Mio, udah hampir 3 tahun

Sebuah Motor dekil, terpakir miring dekat tembok kamar belakang. Tepat diatasnya sebuah kandang burung perkutut punya Pakde*. Tampak warnanya kusam, biru kuning yang dulu cerah, sekarang kusam dengan corak berhias cat mengelupas. Sehingga cat dasarnya yang hitam dan putih nampak jelas d beberapa sudut motor tsb. Berjajar dengan tempat jemuran dan ditemani 2 kursi dan sebuah meja kayu jati di teras belakang. Jelas ia tidak akan kesepian disitu, beralas keramik putih bersih dan lebih mewah dari rumahku di desa. Ia sudah mendapaat tempat yang layak setiap malamnya.

Berbeda dengan sikapku dengan motor pertamaku waktu smp, walaupn motor bapak, aku lebih perhatian merawatnya. Mencuci motor, menyelimuti tiap malam, service, mengelapnya pun seakan-akan enggan untuk memperlakukan Mio lebih baik. Andai ia bisa bicara mungkin akan mengeluh setiap harinya,

Dengan plat nomor antik menurutku, yaitu B 6000 NOS. Kami serumah (aku, Pakde dan dik Lukman) memanggilnya Gonos. Pakde memiliki 2 motor lain yang
plat no B 6000 d rumah ini. Gonos termasuk motor yang sangat nyaman dipakai. Mungkin karena motor matic. jaditidak pernah terlalu lelah untuk membawanya, walaupun harus 1-2 jam dijalan karena macetnya Jakarta (Ciputat-Pamulang-Jakarta-Bintaro-Depok). Hanya perlu gas-rem tanpa harus bersusah payah memasukkan perseneling atau kopling pada motor.

Banyak hal yang pernah dialami bersama Gonos. Mulai dari menemani ke kampus setiap pagi, dan bermacet ria di jalan ciputat-Bintaro, banyak macet mulai dari Pasar cimanggis-Pasar Jumat, kampung Utan, taman kota bintaro. Paling sering ditabrak dan nabrak orang dari belakang. Sampai saat ini belum bisa beli ban belakang, padahal udah penyok Velk-nya. Hal lainnya antara lain: jalan-jalan, ke rumah Bulik nur di depok, ke kosan temen, sembahyang ke pura, belanja ke pasar, nganter berobat kalo sakit dan ke mana saja pasti with Gonnos.

Satu hal yang paling menyebalkan dan mungkin menyebabkan aku menjadi malas mengurus motor ini. Sekali service ada saja yang rusak dan alat atau mesinnya ada onderdil yang perlu diganti. ga tanggung-tanggung pernah mencapai sejutaan, dan 2 kali pernah sekitar 500ribuan. sisanya paling 60-70 tiap service atau tiap 2-4 bulan sekali. Entah ditipu atau bukan, service motor adalh hal yang menguras kantong sangat dalam.

Tanpa Gonos? untuk setahun lagi mungkin ga akan bisa lepas. Dan akan berpikir 1000 kali untuk membeli saudara-saudara Gonos (Yamaha). Khyalannya kalo udah kerja, beli saingannya gonos aj.hahah





Oleh : Gde Agus Arief Suyasa

Share:

0 komentar