Mungkin suatu hari nanti berhenti bermimpi berhenti berencana

Pagi ini belajar satu hal lagi, mari belajar yang rajin :p

Flashback ke masa lalu.. .
Suatu ketika aku masih kecil, aku bangga sekali dengan kakekku yang bekerja sebagai petani. Pada suatu ketika pelajaran bahasa  indonesia, ditanya sama guru,

"anak anak, kalian mau jadi apa kalo sudah besar nanti?" tanya pak guru Utpata.
" mau jadi petani pak guru" jawabku.
"saya mau jadi dokter!!" balas temanku dek Nova.
Pada hari itu kami bertengkar hebat, bahwa petanilah yg paling berharga pekerjaannya. Dan temanku mengatakan dokterlah yang paling hebat. Namun pak guru berkata berbeda.

"petani atau dokter adalah sama pentingnya bagi masyarakat. Coba kalau tidak ada salah satunya, pasti akan sulit. Begitu pula cita-cita yang lain. Semua adalah cita-cita yang mulia dan tidak kalah dari yang lainnya" pak guru menjelaskan.
Maklum saya dan teman saya adalah seteru dalam prestasi terus semasa TK dan Sekolah Dasar, jadi pak guru memberi perhatian lebih pada kami. Begitulah enaknya jadi anak pintar :p

Mulai cerita yo.. .
Aku suka bermimpi, berimajinasi, merencanakan sesuatu dan mempersiapkan segala kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Sejak hidup jauh dari orang tua dan menjadi mandiri itu lebih susah untuk dilakukan, ya karena terlalu banyak rencana yang dibuat dengan menyesuaikannya dengan jadwal yang lumayan padat.

Ada beberapa rencana yang bisa dijalankan selama ini:
  • rencana hanya untuk diri sendiri dan yang menjalankan juga diri sendiri
  • rencana berdua atau lebih dengan tujuan sama
  • rencana untuk dilakukan orang lain
Begitulah anak kos, mau pulang biar dapat tiket murah harus jauh-jauh hari direncanakan. Belum selesai ujian juga udah mikir mau pulang, hehe.. . Demi yang udah nunggu dirumah.

Share:

0 komentar