Tamblang dengan Geografinya yang Indah

Pura Bale Agung
Tiga puluh dua kilometer ke arah utara Kintamani-sebuah desa dengan pemandangan gunung berapi dan danau yang terkenal di selatan Bali, terletak sebuah desa kecil: yaitu desa Tamblang. Jika Anda naik mobil melewati Pura Bukit Penulisan yang terkenal, maka mata  Anda akan dimanjakan dengan pepohonan dan tumbuhan hijau subur,seperti, cengkeh, kopi dan jenis tanaman lain dari biasanya tumbuh di daerah  perbukitan.



Desa Tamblang berada di daerah Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, kabupaten dengan cakupan wilayah terluas di Bali. Desa ini terletak hanya 19 kilometer sebelah timur Singaraja, ibu kota Buleleng. Jadi, Anda dapat mengakses Tamblang melalui Ubud-Kintamani atau rute Denpasar-Singaraja.

Memiliki jumlah penduduk sebanyak 6563 jiwa# yang  menempati total wilayah seluas 74.800 km2, desa Tamblang terdiri dari tiga desa adat yang berbeda yaitu: Tamblang, Tangkid dan Kayehan Pengalu (Kelampuak). Desa tetangga yang berada di sebelah utara adalah desa Bila, di mana masyarakat di sana  biasanya adalah petani ladang basah. Di sebelah timur, desa Tamblang berbatasan Desa Bulian, sebuah desa yang memiliki ciri khas dengan daerah-daerah pertanian kering. Di sebelah  selatan, di sana ada Desa Tajun, di mana petani menanam cengkeh dan kopi. Akhirnya di sebelah barat adalah desa Rendetin, sebuah desa yang terletak tepat di atas Bukit Pucuk, Top Hills.

Dengan keadaan geografis yang seperti ini, maka desa Tamblang merupakan daerah pertanian yang sempurna di mana tanah desa ini dapat menghasilkan padi yang melimpah, berbagai jenis buah buahan tropis, sayuran dan juga kelapa. Di wilayah tenggara dan barat daya desa ditutupi dengan daerah pertanian kering sedangkan bagian utara kebanyakan adalah daerah persawahan.

Di desa, anak-anak muda dilatih  untuk membajak ladang pada usia dini. Hingga pertengahan 80 an  adalah hal yang wajib bagi anak laki-laki muda untuk memelihara sapi mereka sendiri. Setiap pagi sebelum dan setelah sekolah mereka harus memotong rumput untuk sapi mereka. Pada sore hari mereka akan membawa sapi ke sungai terdekat untuk dimandikan dan membiarkan sapi mereka minum. Dengan cara itulah anak-anak dan sapinya membangun hubungan mereka, hubungan yang unik. Ketika sapi berumur satu tahun mereka siap untuk dilatih sebagai sapi pekerja untuk membantu petani bekerja di sawah/ladang.

Buah-buahan sangatlah mudah ditemukan di sini. Selama musim buah antara Desember dan Maret pasar lokal penuh dengan berbagai jenis buah-buahan. Anda bisa menawar dengan harga yang murah pada saat itu untuk membeli mangga, rambutan, durian, pepaya, pisang dan banyak lainnya. Bahkan, petani dari desa-desa tetangga juga menjual produk mereka di pasar lokal Tamblang.

Ditahun 70 an buah-buahan  masak di pohonnya dan sering kali mereka jatuh dari pohonnya. Jadi, orang tidak perlu membeli buah-buahan. Mereka hanya perlu bangun pagi-pagi untuk mencari dan mengumpulkan mangga yang jatuh di malam hari karena angin malam atau kelelawar berusaha makan beberapa dari buah tersebut.

Seperti kebanyakan desa di Bali, infrastruktur Tamblang sekarang ini cukup baik dimana masyarakat sudah  memiliki penerangan listrik mereka dan air bersih. Mereka juga memiliki fasilitas komunikasi mereka sendiri seperti telepon seluler dan koneksi internet. Sampai awal 1980 kebanyakan orang mengambil air minum mereka dari sungai terdekat atau menerangi  rumah mereka menggunakan lampu minyak tanah. Saat ini, mereka tidak perlu lagi melakukan hal itu,air bersih sudah mengalir ke rumah-rumah untuk keperluan masak dan minum dan lainnya.

Memang benar bahwa dalam tiga puluh tahun terakhir desa ini telah mengalami pembangunan yang luas dan pesat, sama seperti desa-desa lain di Bali, namun Tamblang masih merupakan tempat tradisional untuk dikunjungi di mana Anda bisa melihat sawah, Tukad (Sungai) Aya serta Pucuk Bukit - semua itu dapat menyegarkan orang yang menghabiskan waktu mereka di kota besar seperti Denpasar.

Jadi, ketika Anda melakukan perjalanan dari Singaraja ke Kintamani, pastikan bahwa Anda berhenti di Tamblang untuk menikmati buah-buahan tropis kita dan merasakan kehangatan dari orang-orang dan lingkungan.

NB:
#Catatan Sipil tahun 2010 thanks to @Pasek Suardana
Jika kamu punya ide atau saran untuk memperbaiki tulisan ini tolong tinggalkan komen.
Jika kamu memiliki ide tentang tempat lain akan sangat dihargai, silahkan kirim tulisan tersebut ke tamblang@hotmail.com atau tinggalkan coment.


Oleh: Beli Made Sariyanta

Share:

0 komentar